Kamis, 16 April 2015

Statistik BLOG Data Pengunjung (Wirausaha)



Statistik Data Pengunjung BLOG Wirausaha Batujaya Nord Selama Sebulan Terakhir (18 Maret 2015 – 16 April 2015)

Febriansyah Adli Ramadhan (1306050)
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Abstraksi
jurnal ini membahas tentang Wirausaha. Setelah di dapatkan 30 data, lalu disajikan dalam Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik yang dimana disitu menghitung nilai Mean (rata-rata), median, modus, dan ukuran letak dari kuartil, desil dan persentil.

Kata Kunci – Frekuensi, Grafik, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil

I.                   PENDAHULUAN
Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas. Yang dimana dalam menghitung Tabel Frekuensi menggunakan bagian dari Kelas/Class, Batas kelas, Panjang kelas, Frekuensi, Nilai tengah.
Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu
Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.
Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.
Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.

Nilai tengah                
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

Ukuran Pemusatan Data
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.

II.                URAIAN PENELITIAN

A. Tahap Telaah
Daftar dari Jumlah Pengunjung
No
Tanggal
Penayangan/Hari
1
18/03/2015
0
2
19/03/2015
1
3
20/03/2015
1
4
21/03/2015
0
5
22/03/2015
0
6
23/03/2015
4
7
24/03/2015
5
8
25/03/2015
2
9
26/03/2015
22
10
27/03/2015
4
11
28/03/2015
15
12
29/03/2015
1
13
30/03/2015
4
14
31/03/2015
0
15
01/04/2015
0
16
02/04/2015
0
17
03/04/2015
0
18
04/04/2015
0
19
05/04/2015
1
20
06/04/2015
0
21
07/04/2015
0
22
08/04/2015
0
23
09/04/2015
4
24
10/04/2015
45
25
11/04/2015
0
26
12/04/2015
0
27
13/04/2015
17
28
14/04/2015
0
29
15/04/2015
22
30
16/04/2015
15

Penyajian Distribusi Frekuensi :
1.         Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 45 – 0
            R = 45
2.         Menentukan banyaknya kelas (K).
K = 2k> n  ,  n : banyaknya data.
K = 25> 30  ,  32 > 30.
K = 5
3.         Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 45/5
i = 9
4.         Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.
T.Bawah
T.Atas
Turus
Frekwensi
Relatif
0
8,9
XXIV
24
80%
9
17,9
III
3
10%
18
        26,9
II
2
7%
27
35,9
0
0
0%
36
45
I
1
3%

Histogram Frekuensi
Batas
Bawah
Batas
Atas
Frekwensi
0
8,9
24
8,9
17,9
3
17,9
26,9
2
26,9
35,9
0
35,9
45
1


Poligon Frekuensi
Tepi
Bawah
Tepi
Atas
Frekwensi
0
8,9
24
9
17,9
3
18
26,9
2
27
35,9
0
36
45
1


Tabel Distribusi Kumulatif
Kurang
Dari
Frekwensi
Lebih Dari
Frekwensi
<0
0
>0
30
<8,9
24
>8,9
6
<17,9
27
>17,9
4
<26,9
29
>26,9
1
<35,9
29
>35,9
1
<45
30
>45
0







Penyajian Data Numerik :
            Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.

MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 163/30
           = 5,43


MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :

Dengan :
L  : Batas bawahkelasfrekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebarkelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensikumulatifsebelumkelas yang mengandung median
f   : frekuensikelas yang mengandung median

Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       30 / 2 = 15
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘15’ terletak pada baris ke-2, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 2, yaitu : 8,9

Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif
0
8,9
24
80%
8,9
17,9
3
10%
17,9
26,9
2
7%
26,9
35,9
0
0%
35,9
45
1
3%

i    : 9
n   : 30
F   : 24
f   : 3

Med = L + i (n/2 – F)
                          F
Med = 8,9 + 9(30/2 – 24)
                               3
Med = 71,9



MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :

Dengan :
L     :batas bawah kelas yang  mengandung  modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   :selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   :selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

d1   : 3 – 24 = -21
d2   : 3– 2 = 1

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 8,9 +9(-21)
                    -21+(1)
Mod = 26,9

KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :

Dengan :
Qk  = kuartilke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyak nya data sampel
i      = interval kelas/lebarkelas
L     = batasbawah kelas yang mengandung kuartilke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartilke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartilke-k

Jadi :
n   : 30
i    : 9
L  : 8,9
F   : 24
f   : 3
k   : 1, 2, 3

k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 8,9 + 9(1.30/4-24)
                                          3         
              Q1 = 4,4

k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q2 = 8,9 + 9(2.30/4-24)
                                         3
              Q2 = 71,9

k = 3>  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                    f

              Q3 = 8,9+ 9(3.30/4-24)
                                         3
                                                   
              Q3 = 139,4

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan bila harus menghitung sampai 10 akan cukup banyak, jadi disini saya hanya menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                      f
              D1 = 8,9+ 9(1.30/10-24)
                                         3
              D1 = -36,1

k = 2>  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                   f
              D2 = 8,9 + 9(2.30/10-24)
                                          3
              D2 = -9,1

k = 3>  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                    f
              D3 = 8,9+ 9(3.30/10-24)
                                          3
              D3 = 17,9


PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >P1 = L + i (k.n/100-F)
                                  f
P1 = 8,9 + 9(1.30/100-24)
                             3         
P1 = -60,4

k = 2>  P2 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P2 = 8,9+ 9 (2.30/100-24)
                                          3
              P2 = -57,7


k = 3>  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P3 = 8,9+ 9(3.30/100-24)
                                        3
              P3 = -55






III.             KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dengan data 30 Pengunjung, penulis dapat menemukan hasil dari Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, Tabel Distribusi Kumulatif yang nantinya menghasilkan grafik ogif (positif dan negatif). Di samping itu, dapat menemukan hasil dari :
mean (rata-rata)           :5,43
median                        : 71,9
modus                                     : 26,9
Kuartil1                        :4,4
Kuartil2                        : 71,9
Kuartil3                        : 139,4
Desil1                           : -36,1
Desil2                           : -9,1
Desil3                           : 17,9
Persentil1                     : -60,4
Persentil2                     : -57,7
Persentil3                     : -55

DAFTAR PUSTAKA

Sarah, Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.